Cara Mengajarkan Doa Tidur Kepada Anak

Orangtua adalah guru paling terbaik, begitu kata pepatah atau orang-orang terdahulu. Tapi pepatah itu berlaku juga harusnya untuk orangtua zaman sekarang ini. Apalagi zaman sekarang banyak sekali informasi luar mudah didapat yang bisa jadi tuh berpengaruh ke tumbuh kembang anak. Itu berarti orangtua harus semakin super mendidik dan menjaga anak.

mengajarkan doa tidur kepada anak

Untuk urusan didik – mendidik anak, sangatlah terkait dengan apa yang anda berikan kepada anak. Didikan atau ajaran yang paling utama tentu adalah agama. Nahh mengajarkan doa adalah salah satu bentuk ajaran agama yang paling sederhana. Dan doa yang paling mudah diajarkan adalah mengajarkan doa tidur kepada anak. Karena setiap hari kita tidur bareng anak bukan ? Ibu-ibu yang berkarir dikantor pun bahkan bisa mengajarkan anak-anaknya doa tidur, apalagi saya sebagai ibu rumah tangga yang sehari-hari berada dirumah bersama anak

Cara mengajarkan doa tidur kepada anak

Pendidikan memang harus sedini mungkin. Sejak Alif berumur 1 tahun, saya sudah sedikit memerkenalkan doa-doa, termasuk juga doa sebelum tidur. Bahkan yang lebih bagus lagi sejak dalam kandungan, baik sekali tuh kalau si Ibu atau Ayahnya sering mengaji sehingga nanti anak otomatis akan lebih familiar dengan doa dan suara dalam bahasa arab.

Untuk lebih memerkenalkan doa kepada anak, berikut 3 cara yang saya lakukan.

Hampir tiap hari ketika akan tidur (saya katakan hampir karena kadang lupa juga untuk membacakan doa tidur ke anak atau kadang saya harus bernyanyi supaya anak tertidur, hehee) saya selalu bacakan doa tidur kepada Alif.

“Bismika allahumma amutu wa ahya”.

Saya mulai membiarkan alif supaya mengikuti doa tidur yang saya ucapkan ketika usianya 2 tahun. Jadi jika awalnya saya membaca sendirian saja, sekarang anak juga mulai dicoba untuk mengikuti doa yang saya ucapkan sedikit demi sedikit.

Meski pada awalnya Alif cuma bisa mengucapkan “bismika” saja, tapi tidak mengapa. Kita harus konsisten membacakan doa tidur sampai selesai. Pada akhirnya Alif hampir hapal seluruh doa tidur ketika usianya 2 tahun 8 bulan. Memang belum bisa membacakan keseluruhan doa oleh sendiri, namun tetap di iringi oleh saya.

Memang mengajarkan doa dan hal – hal yang baik kepada anak memerlukan perjuangan berat, tapi kita harus tetap konsisten mengajarkan. Minimal anak sudah bisa mengucapkan doa kan sudah bagus itu, daripada tidak kita ajarkan atau perkenalkan sama sekali. Bukankah usia 1-5 tahun itu adalah usia keemasan? apa-apa yang kita ajarkan, kita perlihatkan pada anak, itu mudah sekali menerap dan akan menerap untuk waktu yang sangat lama.